Laporan PKL lebih mudah disusun ketika catatan kegiatan, bukti pekerjaan, dan pedoman kampus sudah terkumpul. Masalah biasanya muncul ketika ketiganya baru dicari menjelang tenggat waktu.
Panduan ini membantu Anda menyiapkan bahan dan memeriksa naskah sendiri. Urutan bab, format sampul, margin, dan lembar pengesahan tetap mengikuti pedoman sekolah atau kampus Anda.
1. Susun daftar bahan sebelum menulis bab
Buat satu folder untuk pedoman, catatan kegiatan, dokumentasi yang boleh digunakan, serta draf laporan. Simpan salinan asli sebelum mengubah file.
| Bahan | Yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Pedoman laporan | Tahun berlaku, susunan bab, aturan sitasi, dan format pengumpulan |
| Jurnal kegiatan | Tanggal, pekerjaan, hasil, kendala, dan arahan pembimbing |
| Profil tempat PKL | Informasi yang relevan dan sumber yang dapat diperiksa |
| Dokumentasi | Izin penggunaan dan tidak memuat data pribadi atau rahasia perusahaan |
| Catatan pembimbing | Bagian yang perlu dilengkapi dan revisi yang sudah disepakati |
Jika bukti belum tersedia, tandai sebagai pekerjaan yang perlu diselesaikan. Jangan mengisi kekosongan dengan kegiatan atau data yang tidak pernah terjadi.
2. Ubah catatan kegiatan menjadi pembahasan
Catatan “membantu administrasi” masih terlalu luas. Pecah menjadi pekerjaan yang benar-benar Anda lakukan: tujuannya, langkahnya, alat yang dipakai, hasilnya, serta apa yang Anda pelajari.
Sebagai contoh ilustratif, kegiatan pemeriksaan arsip dapat dibahas dengan urutan berikut:
- Tujuan: memastikan dokumen tersimpan pada kategori yang tepat.
- Langkah: membaca daftar arsip, mencocokkan label, lalu mencatat ketidaksesuaian.
- Hasil: menjelaskan temuan yang memang tercatat, tanpa mengarang jumlah.
- Evaluasi: menerangkan kendala dan cara yang disetujui pembimbing untuk menanganinya.
Pisahkan pengamatan pribadi dari informasi yang Anda baca. Jika menggunakan teori atau definisi dari sumber lain, cantumkan rujukannya. Lihat panduan pemeriksaan sitasi.
3. Rapikan struktur dokumen setelah isi cukup lengkap
Gunakan gaya heading secara konsisten untuk judul bab dan subbab. Di Word, daftar isi otomatis mengambil struktur dari heading; setelah judul atau halaman berubah, perbarui daftar isi melalui menu References atau pembaruan field. Petunjuk Microsoft tentang daftar isi.
Jangan menentukan nomor halaman hanya dengan mengetik angka di daftar isi. Periksa juga apakah tabel, gambar, dan lampiran disebutkan di bagian naskah yang sesuai. Nomor dan judul harus sama antara daftar dan isi dokumen.
4. Lakukan pemeriksaan dalam tiga putaran
Putaran isi: apakah tujuan PKL, kegiatan, hasil, dan kesimpulan saling berkaitan? Apakah kesimpulan menjawab pembahasan, bukan menambah klaim baru?
Putaran bukti: apakah sumber bisa dibuka, dokumentasi boleh digunakan, dan istilah teknis dijelaskan? Cocokkan kembali tulisan dengan jurnal kegiatan.
Putaran format: periksa heading, penomoran, tabel yang terpotong, halaman kosong, ejaan nama, serta tanda tangan yang memang diperlukan.
Ekspor ke PDF, kemudian baca PDF tersebut dari awal hingga akhir. Tampilan file akhir bisa berbeda dari dokumen yang sedang diedit.
Checklist sebelum dikumpulkan
- Pedoman terbaru sudah dijadikan acuan.
- Setiap kegiatan dan hasil sesuai pengalaman serta bukti yang tersedia.
- Rujukan dalam teks cocok dengan daftar pustaka.
- Data perusahaan yang sensitif telah disamarkan atau dihapus sesuai izin.
- Daftar isi dan nomor halaman sudah diperbarui.
- Semua lampiran yang diwajibkan sudah ada.
- Nama file, format, dan batas pengumpulan sudah diperiksa.
Jika membutuhkan bantuan menelaah struktur atau merapikan format, siapkan draf dan pedoman untuk konsultasi laporan PKL. Jelaskan bagian yang ingin dibahas agar cakupan bantuan dan estimasi biayanya dapat disepakati terlebih dahulu.
